Menampilkan Isi Folder atau Direktori Melalui Terminal

Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara menampilkan isi folder atau direktori melalui terminal, Simak artikel di bawah ini.

Perintah dasar
Perintah yang digunakan untuk menampilkan isi direktori adalah
ls

Biasanya Terminal akan membedakan warna antara file biasa, file executable dan folder. Namun jika kalian ingin “tanda” yang lebih jelas mengenai hal itu silakan ketik:

ls -F
Dengan mengetik perintah di atas file exexutable diberi tanda bintang (*), folder diberi tanda slash (/) sedangkan file biasa tidak diberi tanda apa-apa.

 

Menampilkan file yang tersembunyi
Secara default perintah “ls” tidak menampilkan file yang tersembunyi alias hidden, untuk menampilkan file-file yang tersembunyi silakan gunakan perintah:
ls -a
Menampilkan isi direktori disertai dengan informasi yang lengkap
Perintah ls juga menyediakan opsi “-l” yang mampu menampilkan isi direktori disertai dengan informasi lengkapnya. Ketik perintah berikut:
ls -l

Perhatikan gambar di atas, terdapat delapan kolom yaitu:
Kolom pertama: -rw——- atau semisalnya
Terdapat sepuluh karakter (huruf) pada kolom ini. Karakter pertama dari kolom tersebut dapat berupa (-) yang berarti file biasa dan (d) yang berarti direktori. Tiga karakter (karakter kedua sampai keempat) berikutnya menunjukkan perizinan yang dimiliki olehuser, tanda (r) mewakili hak akses baca, tanda(w) mewakili hak akses tulis, tanda (x) mewakili hak akses execute dan tanda (-) menunjukkan tidak memiliki hak akses. Tiga karakter berikutnya (karakter kelima sampai ketujuh) menunjukkan perizinan yang dimiliki oleh group, sedangkan tiga karakter terakhir (karakter kedelapan sampai kesepuluh) menunjukkan perizinan yang dimiliki oleh “other”.
Sebagai contoh, jika kolom pertama bertuliskan “drwxr-xr-x” berarti item tersebut merupakan direktori karena karakter pertama berupa (d), tiga karakter berikutnya berupa “rwx” berarti user memilik hak akses baca, tulis, dan execute, tiga karakter berikutnya “r-x” berarti group memiliki hak akses baca dan execute saja, tiga karakter berikutnya berupa “r-x” berarti other (yang lainnya) memiliki hak akses baca dan execute saja.

 

Kolom kedua (berupa angka)
Menunjukkan banyaknya hard links yang mengacu ke file. Pembahasan mengenai hard links akan dibahas pada artikel-artikel selanjutnya, InsyaAlloh.

 

Kolom ketiga (hok00age)
Menunjukkan nama username yang memiliki file atau folder tersebut.

 

Kolom keempat (hok00age)
Menunjukkan nama group yang memiliki hak akses pada file tersebut.

 

Kolom kelima
Menunjukkan ukuran dari file dalam satuan byte.

 

Kolom keenam dan ketujuh
Menunjukkan kapan terakhir file atau folder tersebut dimodifikasi.

 

Kolom kedelapan 
Menunjukkan nama dari file atau folder yang bersangkutan.

 

Menyaring output dari perintah “ls”
Adakalanya kita hanya ingin menampilkan file yang kita inginkan saja, untuk melakukan hal tersebut, ketik perintah:
ls -l namafile*

Perintah di atas akan menampilkan isi dari direktori yang mengandung karakter “namafile”.

 

Perintah “ls” memiliki cukup banyak opsi silakan ketik:
man ls

Untuk info lebih lanjut mengenai perintah “ls”.

 

Source : Tahutek Networks

Terima kasih anda telah mengunjungi azizalfian.com

Komentar ditutup.