Tips Memilih Repository Ubuntu yang Ideal

Ubuntu merupakan sistem operasi yang sangat dinamis, terutama yang berkaitan denganupdate aplikasi-aplikasi yang terinstal. Kita dapat dengan mudah meng-update sistem kita hanya dengan mengetik dua baris perintah di Terminal yaitu “sudo apt-get update” dan “sudo apt-get upgrade”. Menurut pengalaman pribadi, saya terbiasa menggunakan server utama Ubuntu sebagai server repository tetapi sialnya karena kuota Speedy saya yang sudah habis kecepatan dowload dari server utama Ubuntu menjadi sangat lambat. Setelah berpikir dan mondar-mandir kesana kemari :p saya menemukan solusi agar kecepatandownload dari repository kembali ke kecepatan semula (sampai 300 KB/s) yaitu dengan mencari mirror lokal (Indonesia dan sekitarnya) sebagai server repository.
Bagaimana memilih mirror yang ideal?? Silakan ikuti petunjuk berikut.

 

Mirror yang cepat v.s. mirror yang baik
Mirror yang cepat diukur dari kecepatan download ketika menginstal aplikasi. Untuk dapat memilih mirror yang cepat kalian dapat menggunakan aplikasi “Software Sources” yang biasanya sudah terinstal secara default di Ubuntu. Berikut cara memilih mirror yang cepat:
Buka Terminal dan ketik:
sudo software-properties-gtk
Pada tab “Ubuntu Software” klik pada drop-down yang bertuliskan “Download from” lalu pilih “Other …”.

 

 

Pada jendela yang muncul klik “Select Best Server”.

 

 

Aplikasi akan secara otomatis menjalankan tes untuk mencari mirror yang paling cepat. Ketika tes sudah selesai, kalian langsung dipilihkan mirror tercepat yang “lolos” tes.

 

Mirror yang baik
Maksud dari mirror yang baik adalah konten atau aplikasi-aplikasi yang ada pada mirrortersebut selalu up-to-date dengan server repository utama Ubuntu. Perlu diketahui,mirror yang cepat belum tentu mirror yang baik. Berikut tips bagaimana memilih mirroryang up-to-date dengan server utama Ubuntu.

 

Buka situs: https://launchpad.net/ubuntu/+archivemirrors, kalian akan mendapatkanmirrors yang terdaftar di Ubuntu. Yang perlu kalian perhatikan adalah tulisan “up to date”, “one hour behind”, “one day behind” dan semisalnya.

 

Status “up to date”, “one hour behind” dan semisalnya merupakan indikator kapan terakhir kali mirror tersebut melakukan sinkronisasi dengan server utama Ubuntu. Tentu saja yang paling baik adalah status “up to date”.

 

Mirror yang ideal
Mirror yang ideal tentu saja perpaduan antara mirror yang cepat dan mirror yang baik. Lakukan pencarian mirror yang cepat dengan “Software Sources”  kemudian lihat statusnya pada situs di atas apakah “up to date” atau paling tidak “one day behind”. Nah, saya pribadi menggunakan mirror dari “University of Indonesia” alias UI yang lumayan cepat dan memiliki status “one day behind” untuk Ubuntu 11.04 Natty Narwhal (mirror UI melakukan sinkronisasi paling tidak sekali dalam sehari). Untuk selanjutnya, silakan cari sendiri mirror yang nyaman untuk kalian.

 

Semoga bermanfaat.
Terima kasih anda telah mengunjungi azizalfian.com

One response to “Tips Memilih Repository Ubuntu yang Ideal

  1. Ping-balik: Software Pendukung Ubuntu 11.04 Natty Narwhal bag.1 | azizalfian.com